Labels

Showing posts with label Mountain. Show all posts
Showing posts with label Mountain. Show all posts

Wednesday, July 24, 2019

Itinerary, Estimasi Waktu dan Biaya ke Sindoro 3153 MDPL



Itinerary & Estimasi Waktu

Itineray dan waktu yang ditulis disini adalah pakai waktu gue, dengan speed yang super santai. Jadi mungkin bisa lebih cepat untuk pendaki-pendaki lain tergantung fisik masing-masing.

Day 1 

Basecamp – Pos 1 setengah pake ojek (20 Menit)
Pos 1 setengah – Pos 2 1 Jam
Pos 2 – Pos 3 2 Jam
Pos 3 – Pos 4 20 menit

Day 2

Sunrise Camp – Pos 4 Batu Tatah 2 Jam
Pos 4 Batu Tatah – Puncak 1,5 Jam

Total waktu 7 Jam lebih kurang tergantung speed. Untuk perjalanan turun jangan terlalu optimis waktunya langsung bagi 2, dari puncak untuk kembali ke sunrise camp hampir memakan waktu yang sama karna memang jalurnya nggak memungkinkan untuk turun cepet. Plus, dari pos satu stengah kebawah karna gue ga berani naik ojek jadi perjalanan turun juga memakan waktu sampe bikin kaki kapalan.

Tuesday, July 23, 2019

Pendakian Santai Sindoro 3153 MDPL Via Kledung Part 2


Bangun jam setengah 5 subuh gue sama Faaiq langsung masak untuk persiapan summit. Wacana summit subuh-subuh berganti dengan sebangunnya, untung bangunnya gasiang-siang amat. Cuaca pagi itu mendung, lumayan bikin gemeter.



 
Sunrise Camp – Pos 4 Batu Tatah 2 Jam

Jam 06.11 WIB berangkat dari sunrise camp. Kabut masih turun, gak ada sunrise pagi itu. Seperti biasa rombongan terpecah lagi. Tapi kali ini gue jalan sama Faaiq. Sumpah ya, Sindoro ini bener-bener bikin mental drop. Awal perjalanan badan gue udah gaenak, dan gue sempet muntah di jalur. Baru jalan setengah jam gue udh nyerah gue bilang Faaiq gamau ikut muncak. Faaiq Cuma bilang “Yaudah, tapi kita samperin yang lain dulu yaa”. Disini gue udah nangis pengen turun. Untung Faaiq nenangin terus karna sebenernya bukan fisik gue yang ngedrop tapi mental gue. Sampe akhirnya gue duduk bentar minum tolak angin dan lanjut jalan. Tolak angin penyelamatku. 

Monday, July 22, 2019

Pendakian Santai Sindoro 3153 MDPL Via Kledung Part 1

Akhirnya berjodoh juga dengan Sindoro setelah drama tahun lalu Sindoro kebakaran saat semua persiapan pendakian sudah lengkap. Trip kali ini seperti biasa trip setahun sekali dengan geng Jalan-Jalan Bro. Namun kali ini ada 2 teman baru yang join pendakian kami. Welcome to the club Tiara dan Jae. 6 orang lainnya masih tim yang sama, gue, Faaiq, Dira, Tyo, Aldo dan Mellie. 


Perjalanan di mulai setelah nyoblos di rumah masing-masing. Meeting point di kampung rambutan karena kami berangkat dan pulang menggunakan bus. Busnya? Naik pahala kencana lagi dong dengan supir yang sama saat pulang Prau dari wonosobo ke Jakarta, supir yang bikin gue istigfar sepanjang jalan. Setelah tunggu-tungguan gue dan 6 orang lainnya berangkat. Tiara nyusul ketemu langsung di basecamp karna rumahnya  di Magelang. Dari kampung rambutan berangkat sekitar jam 7 malam, entah karena apa busnya sempat berhenti di KM 19 lumayan lama. Sekitar jam 11 malam buspun kembali berhenti untuk makan malam. Menunya? Duh pengen nangis gue haha nasi sayur dan telor dadar segede spoon bedak gue. Setelah makan perjalananpun dilanjut. Jam 3.30 sampai di wonosobo, gila karena estimasi waktu sekitar 12 jam, ini Cuma sekitar 8 jam, itupun udah termasuk berhenti lama di KM 19 dan berhenti makan dulu. Ga ngerti lagi sama supirnya, gue tidur aja sepanjang jalan karna kalo gue bangun udah pasti bakal ketakutan. 

Tuesday, May 7, 2019

Gunung Salak dan Pengalaman Mistis Pertama Kalinya

Pengalaman kali ini sungguh sesuatu yang bukan saya harapakan. Setelah menjajaki banyak tempat, pengamalan seperti ini adalah hal terakhir yang mungkin terlintas, bahkan tak terpikirkan sama sekali. Sebelumnya mungkin saya pernah mengalami beberapa kali hal yang diluar nalar, namun tidak terlalu saya rasa-rasakan. Dan pengalaman kali ini membuat saya semakin menyadari bahwa mereka benar-benar ada.

Pasirmanggis, setelah mengunjunginya beberapa bulan sebelumnya lalu saya berjanji akan kesana lagi. Datanglah kesempatan pada tengah February kemarin. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap February saya dan suami memang selalu menjadwalkan ke gunung salak karna hari ulang tahun saya di February. Kali ini kami tidak hanya berdua, salah satu teman minta diantarkan berendam di Curug trip pun di jadikan.

Berangkat sabtu siang dari Jakarta. Tepat magrib kami sampai di hutan pinus area camp ciputri. Sebelum memutuskan untuk naik ke Pasir Manggis kami makan terlebih dahulu di warung-warung warga area parkir. 

Tuesday, April 2, 2019

Itinerary, Estimasi Waktu dan Biaya ke Prau 2565 MDPL lanjut Sikunir 2360 MDPL


Ada yang lupa di post haha

Itinerary & Estimasi Waktu

Itineray dan waktu yang ditulis disini adalah pakai waktu saya, dengan speed yang super santai. Jadi mungkin bisa lebih cepat untuk pendaki-pendaki lain tergantung fisik masing-masing.

Day 1

Basecamp Prau – Pos 1 : 11.00 – 11.45 (45 Menit)
Pos 1 – Pos 2 : 12.50 – 12.35 (45 Menit)
Pos 2 – Pos 3 : 12:40 – 13.15 (35 Menit)
Pos 3 – Sunrise Camp 13.20 – 14.10 (40 Menit)
Sunrise Camp – Puncak 2565 MDPL (5 Menit saja)
Total Waktu sekitar 3 Jam lebih sedikit.

Saturday, January 26, 2019

Kawasan Curug Ciputri, Gunung Salak


Salak lagi? Serius? Kemarin bukannya udah? Begitulah kira-kira pertanyaan yang saya dapatkan ketika beberapa teman menanyakan kemana saya minggu ini. Yap, Salak. Gunung yang tidak pernah berhenti memberikan kejutan karena memang sebagus itu.

Berangkat Sabtu malam dari Jakarta, sampai sekitar tengah malam. Seharusnya saya berangkat hari jumat, namun karena satu dan lain hal jadinya berangkat hari sabtu malam. Kali ini saya kembali mendatangi saung abah olot di kawasan curug ciputri. Seperti biasa kedatangan kami disana di sambut oleh Dadan, salah satu pemuda local sana yang sudah terbiasa mengantar tamu disana. Kedatangan kali ini juga sebenernya sekaligus survey tempat pendidikan untuk mapala suami saya.

Sunday, November 11, 2018

Situs Arca Domas, Lembah Salak


Telat banget untuk posting perjalanan ke salak kali ini karena perjalananan kesana akhir tahun lalu. Namun saya merasa ada utang postingan dengan diri sendiri jadi yasudah akan tetap saya tuliskan disini. 


Berbicara tentang Gunung Salak memang tidak ada habisnya. Satu lagi tempat yang saya kunjungi (3 kali) yang pertama karena ada undangan mengisi acara salah satu komunitas Pecinta Alam di Jakarta. Nah yang kan saya bahas adalah perjalanan yang ke-2 kalinya kesana, karena perjalanan ke-3 pun sama untuk mengisi acara salah satu Komunitas Pecinta Alam Bekasi.

Wednesday, October 24, 2018

Turun Prau Lanjut Drama Polhut di Puncak Sikunir 2360 MDPL

Pagi-pagi kami dibangunkan oleh Tyo untuk menunggu sunrise, sudah jam 5 subuh namun belum ada tanda-tanda terang di ufuk timur. Ternyata sunrise yang kami tunggu tidak datang karena mendung menutupi Wonosobo saat itu. Hanya pemandangan Gunung Sindoro yang tampak gagah seperti mengejek kami “Syukurin, gagal nyamperin gue ke Praupun gadapet sunrise”. Begitulah kira-kira. 

Setelah puas foto-foto di puncak kami memasak untuk sarapan. Rasanya cukup bosan. Logistik masih banyak namun sayang jika hanya di habiskan di Prau. Setelah berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk cepat-cepat turun karena 2 hal. Pertama kami harus segera ke klinik untuk mengobati tangan Faaiq yang kena golok, robeknya lumayan dan takut infeksi. Ke-2 kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian ke Puncak Sikunir yang terkenal dengan golden sunrisenya. Berharap mengobati kekecewaan karena Cuma bisa menatap Sindoro dari kejauhan dan sunrise gagal di Gunung Prau.

Tuesday, October 16, 2018

Trip Dramatis ke Gunung Prau 2565 MDPL


Seperti judul postingan, pendakian kali ini sangat dramatis. Trip setahun sekali dengan geng Jalan-jalan bro seharusnya berjalan dengan baik. Trip ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sindoro, pelengkap ekspedisi yang dikenal dengan Triple S setelah sebelumnya Sumbing dan Slamet sudah kami lengkapi. Terpilihlah bulan September karena beberapa alasan, tanpa terpikirkan sebelumnya kalau bulan September ini adalah puncaknya kemarau sehingga beberapa gunung rawan terbakar. Benar saja, 2 minggu sebelum pendakian terdengar kabar kalau Gunung Sindoro kebakaran. Tiket kereta sudah kami pesan, itinerary sudah lengkap dan pembagian tugas pun sudah lengkap juga, boleh dibilang persiapan sudah 70%. Sayapun menghubungi beberapa temen yang tau informasi gunung mana yang masih di buka. Pilihan yang memungkinkan saat itu adalah Sumbing dan Lawu. Sialnya, 2 gunung itupun di tutup, walaupun H-seminggu Lawu sudah dibuka tapi menurut kami masih agak riskan. Setelah beberapa kali rapat via line (karena kesibukan masing2) dan sekali rapat di rumah Aldo, akhirnya diputuskan untuk pindah ke Ciremai. Karena kami tidak perlu mengubah jadwal kereta. Kereta yang kami naiki melewati st. Prujakan. 

H-3 saatnya belanja dan distribusi logistic pendakian. Semua berjalan lancar hingga akhirnya saat saya packing pada saat H-1 pendakian salah satu teman saya Eny yang tinggal dekat basecamp Ciremai mengabarkan bahwa dia melihat asap tebal di lereng gunung Ciremai, saat itu juga dia menghampiri basecamp dan mengabarkan bahwa Ciremai kebakaran dan ditutup sementara untuk kegiatan pandakian. 

Wednesday, July 18, 2018

Honeymoon Part 1 Let’s Get Lost di Lembah Salak


Sesuai judul kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman di salah satu sisi di lembah salak, tapi bukan hilang beneran yah, Cuma perjalanan menuju curug  yang biasa tapi melalui jalur yang tidak biasa. Perjalanan berawal dengan kejenuhan saya yang sudah lama tidak berkunjung ke tempat yang hijau-hujau. Berhubung weekend sehabis lebaran masih suasana liburan dan memulai honeymoon trip, sekalian silaturahmi ke salah satu teman yang ada di Salak, jadilah saya dan suami berangkat tanpa persiapan apa-apa.

I take the random picture of strangers

Perjalanan dimulai jam 2 siang dari Jakarta menuju desa Tenjolaya. Biasanya kalo ke Salak saya selalu ke daerah Pasir Reungit karena disana banyak Curug dan juga jalur menuju kawah ratu. Di desa Tenjolaya ini saya baru 2 kali kesana, ke salah satu tempat camping dan curug juga yaitu di Arca Domas. Nah, salak ini kan terkenal banget dengan banyaknya Curug jadi saya dan suami mencoba untuk explore lebih banyak lagi curug yang ada disana.

Thursday, December 28, 2017

Kawah Ratu (Lagi)

Akhirnya kesampaian lagi ke Kawah Ratu, memang harus disuruh sedikit lebih sabar. Seperti biasa setiap ada long weekend rasanya kurang pas kalau tidak di isi dengan jalan-jalan. Awalnya longweekend 22 September ini saya dan teman-teman sudah merencanakan trip ke Gede Pangrango sekali jalan, namun karna satu dan lain hal akhirnya diputuskan untuk ke Kawah Ratu di Gunung Salak.

Kawah Mati



Ini untuk ke-tiga kalinya saya ke Salak dan ke-2 kalinya sampai ke kawah ratu, entah kenapa selau ingin kembali lagi dan lagi ke tempat ini. Perjalanan kali ini sengaja tanpa banyak persiapan, pingin sekali-sekali tidak repot masak-masak digunung dan sesuai rencana kita ke kawah ratunya tek tok sehari jalan, urusan tidur dan masak memasak di basecamp aja hehe

Saturday, August 12, 2017

Trip to (Akhirnya) Merbabu 3142 Via Chuntel – Selo – Part 3

Perjalanan Turun Via Selo



Jam 6 sore setelah puas berfoto-foto dan menikmati pemandangan di puncak kami turun menuju sabana 1 tempat camp selanjutnya. Kami turun Via Selo karena jalur tersebut memiliki view yang sangat luar biasa.

Saya sangat tidak merekomendasikan naik melalui jalur selo, karena tanjakannya luar biasa. Jalur ini sangat cocok untuk turun. Pernah ke sumbing via garung jalur lama? Pasti sangat familiar dengan engkol-enkolan. Nah jalur selo ini kurang lebih seperti itu, banyak sekali tanjakan seperti engkol-engkolan.

Trip to (Akhirnya) Merbabu 3142 Via Chuntel – Selo – Part 2

Sunrise di pos 3




View dari pos 3 benar-benar diluar ekspektasi saya, karena sampai di pos 3 kemarin hari sudah gelap. Pagi ini saya cukup segar dan sangat bersyukur bisa bangun dengan kondisi sehat dan dapat view bagus setelah malam sebelumnya saya hampir kena hypothermia. Yes, for the very first time. Jadi saat memasak saya tidak sadar kalau saya menduduki tanah sehingga celama belakang saya basah, karena kurang aware jadilah saya tidur dengan kondisi celana sedikit basah. Sebelum tidur saya sempat menggil, nah disaat hampir lelap tiba-tiba saya kepanasan sedangkan badan saya dingin sekali, untungnya tidak terlalu lama sehingga saya kembali sadar dan lanjut tidur. (Thanks to Dira and Faaiq for Saving me). View dari pos 3 ini sindoro dan sumbing kembali terlihat, dan view di belakan adalah pos pemancar.

Wednesday, May 17, 2017

Trip to (Akhirnya) Merbabu 3142 Via Chuntel – Selo – Part 1

Akhir tahun 2015 lalu, saya dan teman-teman Jalan-jalan bro merencanakan trip ke Merbabu, tiket sudah di beli, itinerary sudah fix namun tuhan berkata lain, Merbabu kebakaran dan H-2 sebelum keberangkatan dapat kabar merbabu Fix di tutup jadilah trip beralih ke Gunung Sumbing. Pertengahan tahun 2016 kembali kami merencanakan ke Merbabu, tanggal sudah ditentukan, itinerary juga sudah fix namun kembali tuhan belum kasih izin kami kesana karena saat beli tiket kereta ke semarang semua tiket yang kami jadwalkan full booked, jadilah tripnya bergeser ke Gunung Slamet. Setelah hampir 2 tahun menunggu untuk bertemu dengan si Cantik merbabu, akhirnya April 2017 semesta merestui.



Syukurlah, trip yang sudah dinantikan ini berjalan seperti yang di harapkan dan apa yang kami temui disana sangat melebihi harapan. Trip kali ini kami kedatangan 3 sahabat baru, Fajar, Novel dan Rintus (Welcome to the Jungle, Bro!) jadilah total tim yang berangkat 10 orang.

Tuesday, March 21, 2017

Kemping (not so) Ceria di HM 70 Gunung Salak

Kali kedua saya kemping di Salak, namun untuk perjalanan kali ini entah kenapa selalu ada saja rintangannya. Seharusnya saya ke Gunung Salak ini bulan Februari, seperti tahun sebelumnya dalam rangka ulang tahunan, namun banyak hal yang diluar dugaan terjadi tahun ini, jadilah kemping ke Salak di tunda sebulan berbarengan dengan pelantikan junior Mapala kampus Faaiq, jadi situasinya disini saya ikut nebeng Faaiq dan teman-teman mapalanya.


Kesialan berawal dari pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya dan Faaiq memutuskan untuk berangkat sepulang kerja, jadi semua barang-barang dan perlengkapan kemping sudah di packing semua dan kita bawa ke kantor masing-masing. Meeting point setelah jam kerja di Kantor Faaiq. 

Monday, December 26, 2016

Registrasi, Itinerary, Budget dan Transportasi Serta Notes untuk Gunung Gede Pangrango 2958 MDPL

Registrasi

Di postingan saya sebelumnya saya sudah sharing sedikit informasi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan untuk mendaki Gunung Gede. Disini saya akan menjelaskan lebih detail lagi.

This Picture perfectly captured by my friend eni
Go follow her on her instagram @enyciel

Wednesday, December 21, 2016

Summit Gunung Gede 2958 MDPL, Perjalanan Turun Via Cibodas

Wake up in the misty morning! Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan suasana Alun-Alun Barat Surya Kencana Pagi itu. Niat untuk sunrise di Puncak terpaksa harus diurungkan lagi karena lagi-lagi bangun kesiangan. Karena memang sebenarnya saya pribadi makin kesini naik gunung bukan lagi untuk mengejar sesuatu seperti sunrise. 




Kalaupun mau menikmati moment tersebut hanya sesempatnya saja, tidak memaksakan. Yang penting proses perjalanan dan menikmati perjalanan itu sendiri tanpa terganggu oleh niat untuk mengejar sesuatu.

Monday, December 19, 2016

Gunung Gede - Pangrango 2958 MDPL Via Gunung Putri

Bagi yang bilang Gunung Gede Pangrango ramah buat pemula, jangan percaya. Kali ini saya akan berbagi pengalaman travelling ke Gunung Gede Pangrango Via Gunung Putri dan Turun Via Cibodas. Trip ke Gunung Gede ini termasuk salah satu trip impulsive saya, namun tidak bisa langsung jalan karena untuk naik gunung ini kita harus  terlebih dahulu mendaftar secara online. Trip ini saya rencanakan setelah saya turun dari Lawu dan ingin naik lagi. Gunung Gede merupakan pilihan yang tepat mengingat lokasinya yang sangat mudah dijangkau dari Jakarta.

Senja di Alun-alun Surya Kencana 
Untuk detail mengenai pendaftaran akan saya post di postingan selanjutnya.

Saat menukar tiket ke Cibodas saya sempat short trip ke Curug Cibereum yang berlokasi di jalur pendakian gunung gede via cibodas.

Monday, October 3, 2016

Itinerary, Detailed Biaya, dan Notes Lawu 3265 MDPL

Berikut adalah Itinerary, Detailed Biaya dan Notes untuk para pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Lawu via Cemoro Sewu.

Perbandingan jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang

Itinerary
Itineray dan waktu yang ditulis disini adalah pakai waktu saya, dengan speed yang super santai. Jadi mungkin bisa lebih cepat untuk pendaki-pendaki lain tergantung fisik masing-masing.

Tuesday, September 27, 2016

Summit Gunung Lawu dan Turun Via Cemoro Kandang

Jumat, 22 September 2016

Bangun subuh dan disambut dengan semburat jingga dari timur rasanya benar-benar membuat capek kemarin seharian hilang. Sebenaranya view sunrise katanya lebih bagus di pos 4, namun karena telat bangun dan memang saya tidak mau memaksakan diri takut drop lagi.

Sunrise Gunung Lawu dari Pos 3