Tuesday, October 16, 2018

Trip Dramatis ke Gunung Prau 2565 MDPL


Seperti judul postingan, pendakian kali ini sangat dramatis. Trip setahun sekali dengan geng Jalan-jalan bro seharusnya berjalan dengan baik. Trip ini sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya. Sindoro, pelengkap ekspedisi yang dikenal dengan Triple S setelah sebelumnya Sumbing dan Slamet sudah kami lengkapi. Terpilihlah bulan September karena beberapa alasan, tanpa terpikirkan sebelumnya kalau bulan September ini adalah puncaknya kemarau sehingga beberapa gunung rawan terbakar. Benar saja, 2 minggu sebelum pendakian terdengar kabar kalau Gunung Sindoro kebakaran. Tiket kereta sudah kami pesan, itinerary sudah lengkap dan pembagian tugas pun sudah lengkap juga, boleh dibilang persiapan sudah 70%. Sayapun menghubungi beberapa temen yang tau informasi gunung mana yang masih di buka. Pilihan yang memungkinkan saat itu adalah Sumbing dan Lawu. Sialnya, 2 gunung itupun di tutup, walaupun H-seminggu Lawu sudah dibuka tapi menurut kami masih agak riskan. Setelah beberapa kali rapat via line (karena kesibukan masing2) dan sekali rapat di rumah Aldo, akhirnya diputuskan untuk pindah ke Ciremai. Karena kami tidak perlu mengubah jadwal kereta. Kereta yang kami naiki melewati st. Prujakan. 

H-3 saatnya belanja dan distribusi logistic pendakian. Semua berjalan lancar hingga akhirnya saat saya packing pada saat H-1 pendakian salah satu teman saya Eny yang tinggal dekat basecamp Ciremai mengabarkan bahwa dia melihat asap tebal di lereng gunung Ciremai, saat itu juga dia menghampiri basecamp dan mengabarkan bahwa Ciremai kebakaran dan ditutup sementara untuk kegiatan pandakian. 

Sayapun langsung mengabarkan semua tim, sambil menghubungi teman-teman saya yang ada di basecamp beberapa gunung. Akhirnya mau tidak mau daripada gagal berangkat terpilihlah Prau yang kebetulan tidak kebakaran dan letaknya tidak terlalu jauh dengan Sindoro. Kami memutuskan untuk refund tiket kereta dan lebih memilih naik bus karena ternyata harga sewa elf atau mobil dari stasiun pekalongan ke Wonosobo sangat tidak masuk akal. 

Hari H salah satu teman saya Braska ke terminal kampung rambutan untuk mencari bus, sedangkan saya dan Faiiq dan juga Tyo ke stasiun senen untuk refund tiket. Barulah jam 4 sore di hari H keberangkatan kami mendapatkan bus Murni Jaya yang berangkat sekitar jam 7.24 (seharusnya jam 7 karena sudah di dp jadi ditungguin) dari terminal Kampung Rambutan menuju Wonosobo.

Terminal Kampung Rambutan, Jakarta – Terminal Mendolo, Wonosobo (11 Jam)

Jam menunjukkan pukul 5.24 subuh, 11 jam pas tanpa kurang dan lebih semenitpun sesuai perkiraan, bus yang kami tumpangi mendarat di Wonosobo. Istirahat sejenak di terminal karena disana terdapat warung yang punya ruangan untuk istirahat dan men-cas HP seperti di basecamp.  

Mendolo – Desa Patak Banteng Basecamp Gunung Prau (2 Jam)

Setelah istirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan ke Desa Patak Banteng, salah satu BC Gunung Prau. Kami melilih lewat Patak Banteng karena jalur tersebut yang paling umum dan banyak informasi yang kami temukan di Google. Dari terminal Mendolo ke Desa Patak Banteng hanya membutuhkan waktu 2 jam perjalanan menggunakan minibus, cukup tanya di terminal karena bus ke Patak Banteng tidak terlalu banyak. Sampai di Patak Banteng kami dibawa ke sebuah warung oleh supir busnya, lokasinya juga tidak begitu jauh dari BC Gunung Prau.

Basecamp Gunung Prau Via Patak Banteng

Setelah makan siang dan re-packing kami memulai perjalanan. Untuk naik ke Gunung Prau, seperti gunung-gunung pada umumnya kita diharuskan dulu untuk registrasi di basecamp. Tiket masuk per orang dikenakan Rp. 10,000,- ditambah dengan biaya kebersihan sebesar Rp. 5,000 per team. Dari biaya tersebut kita mendapatkan masing-masing 1 tiket dan sebuah trash bag untuk sampah agar dibawa turun.

Basecamp Prau – Pos 1 : 11.00 – 11.45 (45 Menit)

Perjalananpun dimulai dari basecamp. Di awal perjalanan kita langsung disuguhi anak tangga yang lumayan banyak. Cukup bagus untuk pemanasan. Setalah melewati anak tangga memasuki jalur jalanan tanah dan sedikit berbatu. Jalannya masih agak sedikit landai. Disini saya sudah engap karena sudah lama tidak melakukan pendakian, nafaspun sudah tidak seperti dulu haha. Jalanan ini masih dilewati motor warga, disini pendaki disarankan agar lebih berhati-hati karena motor warga yang lewat.



Pos 1 – Pos 2 : 12.50 – 12.35 (45 Menit)

Dari pos 1 menuju pos 2 sudah sedikit menanjak, pemandangannya juga sudah terlihat jelas karena jalurnya punggungan terbuka. Vegetasi masih berupa ladang penduduk. Tanda pos 2 ini adalah ketika kita sudah mulai memasuki hutan. 




Pos 2 – Pos 3 : 12:40 – 13.15 (35 Menit)

Dari pos 2 menuju pos 3 jalur sudah semakin menanjak dan memasuki hutan. Lumayan bikin ngedrop. Karna saya naiknya di puncaknya musim panas, jalur yang tadinya tanah menjadi berdebu jadi sangat disarankan untuk memakai masker karena debunya bikin sesak nafas. 

Pos 3 – Sunrise Camp 13.20 – 14.10 (40 Menit)

Nah yang paling mengesankan dari pendakian Gunung Prau ini adalah dari pos 3 menuju sunrise camp. Setelah plang pos 3 kita akan langsung menemui tanjakan yang kalau melihat tanjakannya kita harus menenggak ke atas alias curam pisan euy. Disini lutut saya semakin sakit. Padahal jarak dari pos 3 ini ke sunrise camp tidak sejauh jarak antara pos-pos sebelumnya, namun karena tanjakannya ekstrim maka saya butuh waktu sekitar kurang lebih 40 menit menuju sunrise camp. Hujanpun turun saat kami sampai di sunrise camp.



Sunrise Camp – Puncak 2565 MDPL (5 Menit saja)

Surprise sekali ternyata dari sunrise camp menuju puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Kamipun tahunya ketika bersiap-siap memasang tenda 2 orang teman saya mengecek sekitar untuk mencari posisi mana yang enak untuk mendirikan tenda. Tak lama kemudian kami di panggil dan ternyata tempat dia berdiri itu sudah plang yang menunjukkan puncak Gunung Prau. What a surprise. 





Sore di Gunung Prau ditutup dengan insiden tangan Faaiq yang terkena golok.

Post berikutnya perjalanan turun  dan melanjutkan pendakian menuju Puncak Sikunir.


Gunung Prau, Sep 2018

1 comment:

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 7 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) |
    Whatshapp : +855969190856

    ReplyDelete