Monday, December 8, 2014

Menutup November di Pangandaran

Kelanjutan dari postingan sebelumnya, setelah body rafting di green canyon menikmati pantai adalah agenda selanjutnya yang terdapat dalam paket wisata open trip yang saya ikuti kemaren. Mungkin trip kali ini bakalan menjadi trip terakhir saya di tahun 2014 karena sebagai auditor saya sudah memasuki hi-season.


Tujuan pertama hari terakhir dari tripnya adalah menikmati sunrise di Pantai Batu Karas. Pantai Batu karas adalah salah satu pantai yang terdapat di daerah pangandaran. Guest House tempat saya menginap hanya berjarak sekitar 30 M dari pinggir pantai. Namun karena mendung berburu sunrise kali ini gagal.


Sunday, December 7, 2014

Tips Body Rafting di Green Canyon

Berikut tips untuk body rafting di green canyon bagi anda para pemula;
  1. Jangan datang pada saat musim hujan, kondisi arus yang deras serta warna air agak sedikit berubah.
  2. Kalau bisa gunakan celana yang fit to body, jangan pakai celana yang longgar karena       derasnya arus cukup kuat untuk membuat celana melorot. Agar memakai celana panjang, mencegah memar-memar karena terbentur batu sungai yang cukup tajam.
  3.  Bagi yang punya penyakit jantung disarankan untuk tidak mengikuti body rafting.
  4. Saat melalui jeram usahakan jangan panik, tetap rileks agar badan tetap mengapung.
  5. Datang dengan rombongan cukup disarankan, mengingat kondisi trek yang ekstrim akan sangat bagus jika dilakukan bersama-sama.
  6. Agar sebelum melakukan body rafting sebaiknya dilakukan pemanasan berupa stretching untuk mencegah kram.
 Untuk postingan lengkap tentang green canyon bisa dibaca disini.

 Selamat Mencoba :) 


Thursday, December 4, 2014

Body Rafting Green Canyon; Near Death Experience

Pertama kali mendengar kata body rafting yang terlintas di pikiran saya adalah berenang dan menghanyutkan diri mengikuti arus sungai. Sama sekali tidak terpikiran bahwa nyatanya bakal seekstrim yang saya alami di Green Canyon.


Perjalanan super mendadak ini berawal dari ajakan salah satu teman kantor saya bude. Seminggu sebelum berangkat dikabari dan saya langsung meng”iya”ka, padahal saat itu kondisinya saya sedang berada di Bandung sedangkan meeting point untuk tripnya adalah dari Plaza Semanggi di Jakarta.

Setelah melunasi down payment, saya mulai berpikir perjalanannya adalah hari jumat malam jam 8.30 dengan meeting point di Jakarta sedangakan jumat siang saya masih di Bandung untuk closing meeting dengan klien artinya, paling telat jam 3 sore saya sudah harus naik kereta dari bandung menuju Jakarta.

Monday, November 24, 2014

Hari pahlawan di Kota Pahlawan, Surabaya!

Business trip kali ini cukup menarik buat saya. Setelah menghabiskan akhir pekan di Bali, minggu pagi saya kembali ke Surabaya. Surabaya terkenal dengan kota pahlawan karena insiden 10 november 1945 yang merupakan pertempuran pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Karena insiden tersebut, setiap tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.

Hari Pahlawan di Kota Pahlawan

Saya merasa beruntung karena saya datang ke Surabaya pas sekali dengan momen tersebut. salah satu pengalaman yang cukup menarik bagi saya sebagai penikmat sejarah, memperingati hari pahlwan di kota pahlawan Surabaya.

Tuesday, November 18, 2014

Weekend Gateway in Bali, Day 3 Sunset in Pandawa

After two days full of travel around Bali, the third day we spend almost a whole day in hotel. Did so much fun swimming, then next plan is goes to Pandawa beach located in Uluwatu for hunting the sunset.


Again, I am not gonna used too much word to describe how much I love watching sunset. Here some others “merekam senja” moment in Pandawa.



Wednesday, November 12, 2014

Weekend Gateway in Bali, Day 2 Padang-padang Beach Uluwatu

Padang-padang Beach

The second’s day destination is Padang-padang beach in Uluwatu. From Kuta, the placed that we stay is less than one hour to get there. Then, we start the journey on the morning. For me my self, all of the beach in Bali that I ever visited is all have a good view. Padang-padang beach placed under the cliff. We have to walk down the stairs to get there. It is such a good time to come there in the weekday, especially in the morning. There will be not too much people in there at the time.



Monday, November 10, 2014

Weekend Gateway in Bali, Day 1 Monkey Forest and Magical Sunset

The good thing of being impulsive is you wouldn’t know what other surprise that you made in your live at the short time. This is happens to me. Still during the business trip period I made one minute decision that will give me so much fun later. It begins when I was on business trip in Jember. I got one week to finish my work, luckily I finished it about 3 days so I got 4 days free until another Monday. Then I made a plan to travel for the rest four day. Bali, it is my destination at that time. It just comes up my mind after my friend who’s also on business trip in Bali asked me to come. Then, I asked my client to get me the bus ticket to Bali.


I got the bus ticket at 7pm, it cost me Rp. 170.000,- include 1 portion meal for dinner, quite cheap. Actually I was little bit scare, because I travel alone at the night using bus, and the time estimation is about 8-9 hours. It will be a long time trip. At 7 pm pick me up to hotel. From Jember to Bali the route is through Banyuwangi, it is about 4 hours from Jember.  Arrived at Pelabuhan Ketapang about 12 pm. Then we used Feri to Pelabuhan Gilimanuk (Bali), it is about one hour sail but i still had long way to go from Gilimanuk to Denpasar. About 5am (Bali Time) I arrived in Denpasar. After short nap at hotel then me and 4 of my friend (Xenia, Dekil, Bg Dona and Kak Ana) start the journey from the morning.

Tuesday, November 4, 2014

Seminggu di Balikpapan – Part 2

Berlanjut dari postingan sebelumnya, sabtu – minggu yang saya habiskan untuk jalan-jalan di Balikpapan, tidak membuat saya langsung puas. Di sela-sela hari kerja sayapun meminta klien saya untuk mengunjungi beberapa tempat lagi yang masih sempat di kunjungi saat istirahat makan siang.



Friday, October 31, 2014

Seminggu di Balikpapan – Part 1

Setelah sebelumnya seminggu di Tarakan (Kalimantan Utara), untuk pertama kalinya saya benar-benar menginjakkan kaki di Pulau Kalimantan yang biasa disebut Borneo.  Seperti postingan sebelumnya, perjalanan ke Balikpapan juga merupakan perjalanan seminggu-seminggu di beberapa kota dalam rangka business trip.

Balikpapan merupakan sebuah kota yang terletak di provinsi Kalimantan Timur. Perkembangan kota Balikpapan ini cukup maju, kelayakan sarana dan prasarana kota Balikpapan ini mengalahkan ibukota Kalimantan Timur sendiri yaitu Samarinda. Bahkan, bandara Sepinggan yang terletak di Balikpapan ini merupakan bandara Transit untuk pulau Kalimantan. Kota Balikpapan pun selalu menjadi langganan penghargaan Adipura setiap tahunnya.


Meski hanya seminggu di Balikpapan yaitu dari hari sabtu ke sabtu dipotong lima hari kerja, saya masih menyempatkan beberapa hari untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Balikpapan.

Setelah mendarat di Bandara Sepinggan, saya meminta untuk dicarikan hotel yang dekat dengan pantai atau tempat-tempat wisata pada klien saya. Beruntungnya di kota Balikpapan ini memang dipinggir laut, terdapat beberapa pantai yang memang dijadikan tempat wisata. Sekitar jam 3 sore sayapun menemukan hotel yang dekat dengan pantai yang terletak di daerah Klandasan yaitu City Hotel. Setelah istirahat sebentar saya memutuskan untuk jalan-jalan keluar sambil menunggu sunset.

Monday, October 27, 2014

Business Trip to Tarakan, North Kalimantan!

This is my 3rd week of business trip at the period. After one week in Batam, one week in Pekanbaru then Tarakan is next destination of another one week of my business trip. Tarakan is one city placed in the newest province in Indonesia which is North Kalimantan. Tarakan City is located in small island near Kalimantan Island.

Actually,when I heard that my name was assign to Tarakan the first thing come up on my mind is Derawan. Maybe some of you already know about Kepulauan Derawan. Kepualauan Derawan consist of several islands in North Kalimantan. It is known as some little piece of heaven on earth. But unfortunately I cannot make it at that time. Feel little bit disappointed.  Well nevermind.

Welcome to Tarakan


Old building of Airport

A week in Tarakan gives me some experiences. In Tarakan lately, there is anomaly weather happen. Intensity of rainfall is really high in here. It has rain everyday. My client also said that in Tarakan, local people used rain water to fulfill their daily needs. Tarakan is small island, there is no river, no mountain, so rain is the main source of water here.

Although I cannot make it to Derawan, I still asked my client to take me to travel around the island. Then there are two places that I can visit at that time. We visit that place after working hours.

Sunday, October 12, 2014

Mengenal Batam dari Sisi History

Batam yang terkenal dengan kota industry, ternyata juga mempunyai sisi lain yang belum banyak diketahui banyak pihak. Trip saya kali ini juga merupakan trip sponsor dari klien. Untuk memanfaatkan waktu sebisa mungkin menjelajahi tempat-tempat unik selama bisnis trip disetiap kota yang saya kunjungi, pilihan saya jatuh kepada Kampung Vietnam di Pulau Galang, yang merupakan tempat penuh sejarah di salah satu sudut kota Batam.

Kampung Vietnam yang terletak di Pulau Galang merupakan pulau yang tidak berpenghuni bekas camp. Pengungsian penduduk Vietnam dimasa perang saudara pada tahun 1979. Luas area ini sekitar 80 Hektar terdapat didalamnya bangunan-bangunan bersejarah peninggalan para pengungsi tersebut. UNHCR menfasilitasi Pulau Galang dengan rumah sakit beserta tempat-tempat ibadah untuk keperluan para pengungsi.

Untuk mencapai Pulau Galang dari kota Batam diperlukan waktu kurang lebih sekitar satu setengah jam. Melewati jembatan Barelang yang merupakan Icon kota Batam.

Monday, September 15, 2014

Trans Studio Bandung

Bagi anda penikmat wisata taman bermain yang menantang namun malas panas-panasan atau bermain diarea terbuka seperti dufan, mungkin Trans Studio Bandung merupakan solusinya. Trans Studio Bandung merupakan taman bermain indoor kedua di Indonesia setelah Trans Studio Makasar.
Sebenarnya saya tidak termasuk orang yang menikmati wisata di taman bermain, saya lebih menyukai pantai, gunung dan wisata alam terbuka lainnya. Namun, untuk kali ini saya tidak bisa menolak, karena wisata ke Trans Studio Bandung merupakan salah satu acara yang termasuk ke dalam acara outing kantor saya, jadi tidak ada alasan untuk menolak.






Tiket masuk Trans Studio pada hari biasa (weekdays) Rp. 150.000,- sedangkan untuk Sabtu, Minggu dan hari libur Rp. 250.000,-.

Terdapat sekitar 20 wahana bermain di Trans Studio Bandung. Dari beberapa wahana, saya dan teman-teman hanya sempat mencoba beberapa wahana.

Saturday, August 23, 2014

Papandayan! Travel to Mountain for My Very First Time

It has been a long time I wish I could join my friend to climb the mount. Beside physical problem, get the permission from parents become my first problem at that time. Then, the invitation comes from one of my college friend asked me to join to climbing at august 15-17, 2014 as the independence day of Indonesia. At the first I doubt my parents would permit me but after the long explanation, I successfully convinced my parents that it is okay because there will be much people who climb at that time.

After long discussion, then our choice goes to mount Papandayan because almost all of us are newbie. The track to Papandayan is not really hard. Much people said that mount is good to the newbie.

August 15, 2014

There are 5 of us who’s decided to climb at the time. Me, Bude, Debie and Uya are from Jakarta and Rendi is from Cikarang. We started from Jakarta at 10pm and arrived at Cikarang at 11pm. After re-pack in Cikarang we continue the trip to Garut.

Arrived a t Garut and parked the car on the parking area (1st post) at 4am and had a breakfast before start to climb at 5.30. It was a good start because we can see the sun rises in the horizon. It was outstanding; we stand above the cloud and show the golden line in the east sky.

Golden Sunrise Above the Cloud

Monday, August 11, 2014

Danau Talang: Surga Tersembunyi di Salah Satu Sudut Gunung Talang

Tahun ini bisa dibilang tahun keberuntungan saya. Saya mendapatkan banyak kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin saya kunjungi dari lama. Selain kesempatan dadakan ada juga kesempatan yang benar-benar sudah terencana. Salah satunya adalah mengunjungi Danau Talang, the place that I’ve been put on the top 3 of my bucket list instead of Dieng and Tangkuban Perahu. Berbeda dengan Dieng dan Tangkuban Perahu yang saya kunjungi dalam rangka curi-curi kesempatan saat business trip, kali ini saya benar-benar telah merencanakan untuk mengunjungi tempat ini.

Danau Talang merupakan danau vulkanik yang terletak di pinggang Gunung Talang. Danau ini tidak terlalu luas. Airnya yang tenang dan lokasinya yang dikelilingi bukit membuat danau ini terkenal dengan sebutan telaga sunyi. Danau ini terletak sekitar 5 Kilometer dari danau kembar.


Danau Talang

Goa Jatijajar dan Pantai Ayah: Kebumen!

Masih kelanjutan dari postingan saya sebelumnya (purwokerto), kali ini trip ini disponsori oleh abang saya dan keluarga di Purwokerto. Setelah beberapa hari merasakan istirahat dengan tenang di Purwokerto akhirnya saya merengek lagi untuk diajak jalan-jalan. Jalan-jalan kali ini berasa family trip, karena saya meminta abang saya untuk mengajak keluarganya untuk ikut jalan-jalan.

Sabtu, 28 Juni 2014 kamipun berangkat. Tujuan pertama wisata kali ini adalah “caving” di sebuah goa yang terletak disalah satu sudut daerah Kebumen, Jawa Barat. Goa Jatijajar, namanya masih begitu asing karena memang baru pertama kali saya dengar. Selain goa Jepang yang terdapat di Bukittinggi, tentu saja ini wisata goa pertama saya. Kalau goa Jepang yang memang sengaja dibuat, Goa Jatijajar ini terbentuk secara alami, tentu sensasinya akan berbeda dari kedua tempat tersebut.

Dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari purwokerto untuk mencapai tempat tersebut. Sepanjang perjalanan tidak membuat saya bosan karena suara ribut anak-anak kecil membuat saya seketika merindukan rumah dan mengingat masa-masa disaat jalan-jalan denga kedua orangtua saya. Dari kecil memang saya sudah sering diajak jalan-jalan, karena memang kedua orangtua saya mempunyai hobby yang sama.

Setelah dua jam perjalanan sampailah kami semua di tempat wisata tersebut. Tiket masuk juga hanya IDR 7500 – dewasa dan IDR 4000 untuk anak-anak. Sangat murah. Ada yang menarik disini, baru berjalan beberapa langkah dari pintu masuk, saya mendengar suara-suara musik yang agak unik. Setelah melihat sekitar, ternyata suara musik itu berasal dari sekelompok anak-anak kecil yang sedang main di air disebuah parit dan memukul-mukul air tersebut hingga mengeluarkan bunyi yang enak di dengar. Kreatif J setelah meminta mereka untuk menyanyikan beberapa lagu, saya dan orang-orang yang menonton melemparkan koin ke dalam air tersebut sebagai reward. Tentu ini merupakan sebuah pertunjukan yang menarik buat saya.

Friday, July 4, 2014

Edelweis

Angin berhembus lembut siang itu. Semua keluargaku berkumpul. Sebentar lagi tepatnya sore ini tepat dihari ulang tahunku aku dan Akasia akan melangsungkan pernikahan disini. Di Danau Talang, yang merupakan salah satu Surga tersembunyi di gunung tersebut. Awalnya seperti mimpi yang pernah ku tulis, aku ingin melangsungkan janji suci itu di gunung talang, namun karena kondisi fisikku yang semakin lama semakin menurun akhirnya kami sekeluarga setuju untuk melangsungkan pernikahanku di Danau Talang saja. Aku memang meminta untuk mengikrarkan janji pernikahan di sore hari hingga bersambut senja. Dan malamnya dilanjutkan dengan resepsi sederhana yang berkonsep Garden Party. Aku Cuma mengundang beberapa teman dekat dan keluarga dekatku serta beberapa rekan kerja papa.
            Semua sudah tertata dengan baik, salah satu tempat dipinggir danau yang menjadi lokasi pernikahanku di setting sedemikian rupa. Wedding Organizer yang kami sewa benar-benar melakukan tugas mereka dengan baik. Di pinggir dermaga terdapat sebuah saung yang ditengahnya telah disiapkan sebuah meja tempat akadku dilaksanakan. Dipinggir sebelah kiri meja-meja dan kursi sudah disiapkan untuk tamu undangan. Dipinggir kanan terdapat meja-meja yang nantinya akan disajikan makanan untuk tamu undangan. Dipinggir danau terdapat beberapa piring yang mengapung yang sudah diisi lilin yang nantinya akan dinyalakan saat malam. Di ujung dermaga terdapat sebuah perahu yang juga sudah didekorasi sedemikian rupa. Nuansa hijau pegunungan dipadukan dengan putih disetiap dekorasi dan juga merupakan dresscode untuk malam ini menghadirkan keindahan tersendiri bagiku.

Thursday, July 3, 2014

Selamat Jalan, Senja

Selamat Jalan, Senja
Malang, 20 Juli 2013
06:01 Pm

Suatu ketika dikala senja membabi buta dengan jingga
Kita beradu tatap dalam diam pertanda senyap
Kau menatapku dalam, diujung tatapmu aku menyelam

Hari itu tidak ada kata yang sanggup melompat
Semua tertahan, hanya tertelan
Kita memupuk ragu, semua tertuang dalam bisu

Senja itu di beranda, semesta memberikan pertanda
Bahwa perpisahan, tak mungkin lagi terelakkan
Bahwa kepergian, memang sudah membuka jalan

Aku tak sanggup berbicara, kaupun tak menyuarakan kata
Semua terbagi dalam sepi, hingga senja tak lagi berapi

Kemudian aku berpaling, kaupun semakin hening
Aku mencari cara dimana masa berhenti berkelana
Hingga waktu tiba-tiba mati, dan kita pun akan tetap seperti ini

Bersatu, saling menggenggam membunuh waktu
Berdua, hingga sunyi tak lagi memberi makna

Kemudian kau berdiri, pertanda kau harus segera pergi
Ingin sekali aku menahanmu, namun semesta telah menjemputmu
Ingin sekali aku mengejar, namun sakit yang sedari tadi kutahan tetiba menjalar

Tanpa kata kau menjauh
Dan aku hanya bisa menatap punggungmu yang rapuh

Mungkin memang sebaiknya begini
Tidak ada kata pisah yang membuat pipiku basah
Tidak ada janji untuk kembali yang membuatku terus menanti

Selamat jalan, kata yang tadi tertahan akhirnya kuucapkan
Aku tahu kau tak mendengar, namun hatimu pasti sadar

Mungkin suatu saat kau ingat jalan pulang
Mungkin suatu saat aku mencarimu dan berjuang

Namun tidak saat ini, tidak di senja ini

Arinda

Wednesday, July 2, 2014

Baturraden: Purwokerto!

Trip kali ini, trip dakakan yang kurang direncanakan. Untuk kali ini saya sangat mensyukuri profesi saya sebagai auditor dan daerah asal saya sebagai orang minang. Kenapa? Pertama, keuntungan sebagai auditor tentu sudah pasti saya bisa memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan diluar kota ditempat klien saya berada. Karena memang beberapa trip saya sebelumnya disponsori oleh klien-klien yang saya audit haha. Kedua, saya bersyukur terlahir dari suku minang yang memang sudah sangat terkenal dengan istilah “merantau”. Orang minang ada dimana-mana, dan kali ini kebetulan sekali saya punya saudara dekat yang sekarang berdomisili di Purwokerto yang tidak terlalu jauh dari Pekalongan tempat klien yang saya audit. Tidak membuang-buang waktu dan kesempatan seminggu lebih waktu yang saya punya diklien saya manfaatkan sebaik mungkin. Semua pekerjaan saya selesaikan secepatnya, akhirnya saya mendapat bonus libur 5 hari (termasuk sabtu minggu) untuk saya habiskan dengan jalan-jalan dan silaturrahmi ke rumah saudara saya yang di Purwokerto. Berangkat.

Di Purwokerto, yang terletak di kaki Gunung Slamet cuacanya kurang lebih sama dengan di Solok kampung halaman saya. Cuaca dingin dan suasana desa yang masih hening sangat cocok sekali dimanfaatkan untuk menghilang sejenak dari dunia kerja. Saudara saya yang di Purwokerto ini adalah abang sepupu saya yang sudah sangat dekat dengan saya dari kecil yang sekarang sudah punya istri dan satu orang anak di Purwokerto.

Karena memang tujuan saya kesini untuk silaturahmi sekaligus jalan-jalan, jadilah saya merengek untuk minta diantar kemana-mana. Dan destinasi pertama kali ini adalah Baturraden, salah satu wisata alam terkenal di kaki Gunung Slamet.

Tuesday, July 1, 2014

Elegi!

              Aku menatap gelisah kesekeliling kamar. Berkali-kali aku melirik jam tanganku. Baru setengah jam lewat waktu yang ditentukan kemarin. Dua buah jarum suntik masih kugenggam erat ditangan kananku. Sudah genap sebuluh tahun kisah ini berjalan. Entah berapa banyak rasa yang sudah tidak lagi bisa terdefinisi. Tentang kamu, laki-laki yang selama ini menaungi hatiku. Dalam diam aku beralih keruang tamu. Sejenak aku ingin mengulang-ngulang kembali kenangan demi kenangan selama sepuluh tahun belakangan.

                Dan ingatanku membawaku kembali pada saat itu.

Sepuluh tahun sebelumnya.
                Aku berlari sekencang-kencangnya dari pagar sekolah menuju ruang kelas. Tepat disaat aku datang, bel tanda masuk berdentang tiga kali. Dalam hati aku merutuki pagi ini, hari kedua duduk di bangku kelas dua aku telat untuk pelajaran ekonomi.  Seperti biasa sewaktu kelas satu dulu guru ekonomi yang terkenal mematikan itu tidak akan mebiarkan muridnya memasuki kelas jika telat bahkan Cuma satu langkah saja dibelakangnya. Dan sialnya tahun inipun aku kembali bertemu dengannnya.
                Aku melihat sekilas ke arah ruang guru.
                Sial. Pak Mahmud sudah dengan sangarnya berlari menuju ruang kelasku. Aku berusaha mempercepat lariku namun jarakku yang tertinggal jauh membuatku tak mampu mengejarnya. Akupun lemas. Terlambat sudah. Aku tidak bisa mengikuti pelajaran ekonomi pagi ini.
                Aku memutar arah menuju kantin belakang. Tanpa kusadari kamu mengikutiku. Aku memilih duduk disebelah pojok kanan kantin tersebut. Kamu yang tadi dibelakangku ternyata juga masih mengikutiku. Aku tidak menghiraukanmu. Namun..
                “Hey, kamu murid kelas 2 A?”
                “Iya kenapa?”
                “Perkenalkan, namaku Abimanyu. Tapi aku biasa dipanggil Abe”
                Aku memperhatikan wajahmu lekat. Bibirmu yang melengkung indah saat tersenyum serta pandangan matamu yang sayu sedikit sendu. Membuat otakku berhenti berfungsi sesaat.
                Cepat-cepat aku mengendalikan pikiranku.
                “Aku Nada”
                “Hmm. Nada? Bisa bernyanyi?”
                “Sama sekali tidak”
                “Aku tadi melihatmu lari-lari menuju kelas. Aku juga telat dikelasnya pak Mahmud. Tp aku  baru tahu ternyata telat selangkah dari dia kita tidak boleh masuk”
                “Aku sudah tahu. Kelas satu kemarin dia juga mengajarku”
                “Pantas. Ini hari pertamaku disekolah ini”
                Gara-gara kita berdua tidak masuk pada jam pelajaran ekonomi jadinya kita mendapat hukuman untuk mengerjakan lima puluh soal latihan yang harus segera dikumpulkan besok pagi. Dan berhubung Cuma kita berdua yang terlambat, pak Mahmud memutuskan untuk menyuruh kita mengerjakan jadi tugas kelompok. Jadilah sepulang sekolah aku dan kamu mengerjakan tugas tersebut sampai larut malam dirumahku. Mulai saat itu, aku dan kamu menjadi dua sahabat yang tak bisa terpisahkan sampai sekarang. Dan dari saat itulah aku memutuskan untuk jatuh hati padamu Abe, lelaki bermata sendu itu.

Monday, June 30, 2014

Menanti Hujan

Mendung. Awan kelabu seperti biasa menyelimuti kota Bandung di sore hari. Tak banyak berubah. Masih persis sama seperti tiga tahun belakangan ini. Aku mengayunkan langkahku cepat, sebentar lagi hujan. Bisa saja hujan menghampiriku sebelum aku sampai ke halte tempat tujuanku. Untunglah, sebelum hujan datang aku sudah sampai di sebuah halte pemberhentian bis kota yang hampir setiap hari kudatangi tiga tahun belakangan.

            Tiga tahun yang lalu disebuah sore yang mendung aku bertemu seorang pemuda di halte ini. Sore itu aku menunggu hujan sedangkan dia menunggu bis untuk pulang. Aku suka sekali hujan. Setiap hari aku akan pergi ketempat yang berbeda setiap harinya. Kadang ke halte bis, kadang ke taman kota, kadang ke atap gedung, kadang ke pinggir danau yang berada di taman kota, kadang ke sebuah jembatan hanya untuk menunggu hujan turun. Adakalanya aku berteduh, adakalanya aku biarkan air hujan menyentuhku. Hingga akhirnya tempat ini, halte bis yang menjadi pemberhentian terakhirku untuk menanti hujan. Pemuda itu, senyum lembut yang paling indah yang pernah kulihat. Matanya yang teduh, menatapnya aku seperti menatap hujan.

           Entah karena kebetulan, bis yang dia tunggu tidak datang sedangkan hujan yang aku tunggu tidak juga datang. Halte bis juga sedang sepi. Hanya ada aku dan dia.
            “Mau kemana?”
            Aku tahu dia memanggilku namun aku memilih untuk diam.
            “Mba, mau kemana? Sedang menunggu bis atau menunggu seseorang?”
            Aku menengadahkan kepala, menatapnya lama. Dia sedikit lebih tinggi dariku.
            “Aku menanti hujan” Akhirnya aku menjawab.
            “Kenapa?”
            “Nggak apa-apa. Cuma ingin bertemu hujan”

Monday, June 23, 2014

Dieng: Another dream comes true!

What do you feel if something that you really dreamed from long time ago becomes true by the unexpected way, excited?, Grateful?, Lucky ?or some other feeling like that. I never imagine before who I am today, what I am doing right now, how lucky I am. Sunday, June 22 2014, the universes like has prepared something good to me. I know I am that lucky :).

It was started from long time ago (I don’t really remember exactly the year) when I saw a very best picture in one of calendar in my desk.  It was Dieng , the highest village in Java. I don’t know why, the first time I saw it I am feeling that someday I HAVE TO GO THERE. It was like I already fall in love to that place for the first sight.




Just like what I saw on that calendar

Sunday, June 22, 2014

Business trip to Pekalongan: Looking for Batik and Good Lesson to Learn!

Last week I’ve got another chance to work out of Jakarta. This post just a little bit different with the others posts. I am not gonna talk about the beach, mountain or the other place that have a beautiful landscapes. Culture, I pick this topic because I have a very great opportunity to visit a place that had a worth to tell story about culture.  Pekalongan, one of region placed in central Java that very famous with BATIK. Batik is traditional cloth that is soooooo Indonesia. Nowadays, Batik becomes popular not only in Indonesia, but also in foreign country. Some Hollywood actress also wears Batik for some international event. You know start from Octobers 2, 2009 UNESCO had declared Batik as Indonesia’s Cultural Heritage. And officially Octobers 2 is a National Batik Day. (Source: Google)

Spent about a week in Pekalongan I really used the opportunity effectively.  One of popular placed in Pekalongan that sells various motif of Batik is in IBC (International Batik Center)- fortunately is my klienJ.

Sunday, June 15, 2014

Pulau Pari Part 2 - Sunrise view VS Pantai Perawan

Setelah sunset yang memukau di hari pertama di Pulau Pari, tentu saja sunrise- another moment yang tidak akan saya lewatkan pagi itu. Beruntungnya di Pulau Pari, kita bisa menikmati sunset dan sunrise ditempat yang tidak berjauhan. Jadilah pagi itu saya dan teman-teman merelakan bangun pagi untuk menikmati  moment terbitnya matahari.

Sunrise


Thursday, June 12, 2014

Pulau Pari Part 1 - Snorkling VS Sunset di Pulau Pari

Panas matahari yang mengiringi perjalan kali ini tidak lagi saya hiraukan. Dua jam perjalanan dari Muara Angke ke Pulau Pari, salah satu pulau yang terdapat di gugusan Kepulauan Seribu tidak begitu terasa. Saya dan delapan orang teman kantor yang hari itu memutuskan untuk istirahat sebentar dari kesibukan-kesibukan yang seperti tidak ada ujungnya.

Pagi itu kami bersembilan berkumpul sekitar pukul 7 Pagi di Muara Angke yang merupakan meeting point perjalanan kali ini. Untuk liburan kali ini kami menggunakan jasa salah satu tour and travel bernama TebeJowo agar semua terorganisir dengan baik. Biaya liburan untuk paket 2 hari 1 malam adalah Rp. 400.000,- per orang (all include).  Karena memang tidak mau sibuk memikirkan acara selama disana jadilah kami sepakat menggunakan jasa TebeJowo 

Sekitar pukul 8 pagi, kamipun berjalan menuju dermaga dan segera menaiki kapal. Saya sempat kaget ternyata banyak sekali orang-orang yang ingin menyeberang ke kep. Seribu. Semua kapal penuh, mulai dari mereka yang pergi liburan dengan keluarga, dengan teman-teman kuliah, bahkan juga ada gathering orang-orang kantor atau beberapa organisasi.

The Auditor's

Sunday, June 8, 2014

Mengenang Mendung

Suatu ketika, disaat langit menggelap mencari makna
Aku terdiam di bawah sudut kelam yang menghitam
Bayang awan yang menutup tabir
Mengingatkanku akan takdir
Lihatlah langit itu..
Bukankah gelap menghanyutkan?
Mendekap terang pada suatu petang
Kali ini aku bertanya pada mendung
Kenapa setiap kali dia datang
Hujan seakan berteriak untuk turun?
Kadang biru tak selalu haru
Putihpun belum tentu menyaru
Kenanglah..
Mendung takkan pernah mau memberi hangat



Menatap langit hingga kalap
Pecah..
Awan memainkan perannya
Hingga biru tak lagi menyisa

Sunday, May 25, 2014

One fine holiday in West Sumatera – Part 2 Tour the Beach (Painan)

After tour the lake, the second day was tour the beach. Beside of mountain atmosphere, beach is also my favorite place. I can stand for a long time just to enjoy the blue, hear the sounds of waves and feel the wind blows my hair.

West Sumatera is one of province in Indonesia that famous with the beach. All of the west side of this province is beach. Imagine the blue view along the way. The beach that we would like to visit at that day was Carocok Beach or Pantai Carocok.

Pantai Carocok placed at Painan, Pesisir selatan. It took about 4 hours from Solok. It quite long way but believe me, all of your effort to see that place will be paid off.

That second day my family can’t come with us. So I asked my high school friends to join. Luckily my friends Depi, Argie, Gerry and Iyud came with us.

To reach Painan we have to through Padang City. For the first two hours, we through the hills and the green view. The others two hours were a very amazing one. We through the hills with the beach view. All we can see was blue from the top of the hills. I really enjoy traveling with the view like this. Everyone keeps laughing and telling the story. It was like recalling the time when we were still at Senior High Schools. Just like people said memories never gets away.

Wednesday, May 21, 2014

One fine holiday in West Sumatera – Part 1 Tour de Lake (Solok)

This journal begin when Wanda, one of my close friend in Jakarta asked me to take them to my hometown to see how’s my home town looks like. Actually I, Wanda and three others friend planned this journal from long time ago when we were still in the college. Four of us are an auditor and one of us is an accountant. Of course it will be difficult to find the right time to travel. Then, suddenly Wanda asked that we are going to Padang at May 15, 2014. May 14 is national holiday and we will take the day off at May 15, so we will make it for 4 days, Thursday to Sunday. Unfortunately, only me and Wanda available at that time. At May 7 we booked the ticket. We booked for three because Wanda’s cousin comes with us. The ticked costed us Rp. 1.575.000,- Jakarta – Padang and return. It’s quite expensive because it was long weekend.

We got the night flight at Thursday because the morning and afternoon flight was sold out. We left Jakarta at 6pm and arrived in Padang at 7.30pm. From airport to my home in Solok takes 2 hours. So the first day we just fully rest in my home.

Tuesday, April 22, 2014

Explore West Sumatera

Its quite long since I did this trip. But its okay because now on my willingness to write want to make me write everything. Its about 9 or ten months ago, me and my neighborhood went out one day just to explore several place in Sumatera Barat, my hometown. It just unwell planned journey because we plan to do that journey is last night before the day. Me, my sister (hillery) and 6 of my friend (Putra, Aldo, Yogi, Dani, Hendri, Aisye) was the people whose really boring at that day, so we decided to take one day off to explore Sumbar.


Lets Start the Trip

Monday, April 21, 2014

Floating Market - Bandung

Saat pertama kali mendengar Floating Market yang terlintas dibenak saya adalah iklan salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Dalam iklan tersebut seorang ibu yang tengah berjualan di sebuah perahu, jualannya antara lain sayur-sayuran dan buah-buahan. Ibu itupun mengacungkan jempolnya seperti ciri khas iklan televisi tersebut. Namun pasar apung yang akan saya ceritakan disini bukan seperti iklan tersebut. Pasar Apung disini atau yang lebih dikenal dengan floating market, terdapat disalah satu sudut di daerah Bandung, Lembang lebih tepatnya. Kalau yang di iklan tersebut mungkin memang khusus untuk berjualan sayur-sayuran atau buah-buahan, namun Floating Market yang terdapat di kota ini khusus untuk makanan-makanan, atau bisa disebut tempat wisata kuliner. Mulai dari makanan ringan sampai makanan beratpun tersedia disini. Dari beberapa banyak kota yang saya datangi, Bandung adalah kota favorit saya. Baik dari sisi kuliner sampai dengan cuaca di kota Bandung membuat saya ingin menetap disini saja.

Floating Market ini membuat saya semakin mencintai kota Bandung dengan kulinernya plus bonus cuaca dingin yang membuat suasana semakin tentram. Yep, Bandung is never failed me. Konsep Floating Marketnya menurut saya cukup kreatif. Dikelilingi bukit dan, orang-orang berjualan dengan perahu di pinggir danau.

Sunday, April 20, 2014

The Mystical Mist of Tangkuban Perahu Crater

Tangkuban Parahu is one of the most popular destination in Bandung. If you wanna see the crater of the mount but you dont have enough time to climb so, Tangkuban Perahu is the place that you must visit. Its about 1830 M above sea level. Almost of Indonesian people know the story about Tangkuban Perahu, so i dont want to put it here.  

Imagine the cold weather, Mountain atmosphere, misty and the other feeling you can feel when you placed your own feet up there. I've wanted to see this place since long time ago. Actually i really like the place with the mountain atmosphere, sometime i wanna climb the mount, sometime i wanna see the crater by myself, but i dont have enough time or maybe physically doesn't support me to climb the mountain. But last week i did it. 

To visit Tangkuban Perahu we dont have to climb because we can bring our own car to that place. Quite easy ha?

Again, i take the chance to visit Tangkuban Perahu among of my business trip. Last week my boss ask me to stay at my client in Bandung for several weeks. The first thing screwed in my mind when i heard that news was i have to take the chance to visit the place in Bandung that i never visited before. And Tangkuban Perahu is one of in my top list. So, the first weekend in Bandung I have to get there. Actually that was long weekend because in Friday is one national holiday, but we didn't. My boss still ask me to get some overtime in client office at friday. so, there is no long weekend huh?. 

But, it doesnt stop me because i still have a saturday and sunday. Me, and my audit team planned the saturday to visit Tangkuban Perahu. Luckily i have friends in Bandung whose can take us there. I contacted my friend and surprisingly they can make it to me. 

Saturday Morning.

My friend whose stay in Bandung (Ka Ayu, Ka Dynal, and Ka Fiat) picked me and my team (Mba Rahma, Mba Rahma's huband, Siska and Oci) at the saturday morning, we planned to go at 8am but stuff happened and we got to go at 9am. There was eigth of us whose feeling so excited to visit that place.

Thursday, April 17, 2014

Super Random Trip ke Pantai Tanjung Pakis Karawang

Berawal dari ritual rutin saya dan beberapa teman sepermainan yang selalu menyempatkan diri untuk berkumpul hampir setiap jumat malam tiap minggunya. Kebiasaan tersebut merupakan pelampiasan kejenuhan ditempat kerja yang semakin hari semakin membunuh.  Jadilah ritual nongkrong-nongkrong tersebut dirutinkan walau terkadang yang datang tidak seberapa. Seperti jumat kali ini, yang datang hanya empat orang saja. Seperti biasa tempat yang kami datangi adalah McD di Pasar Festival yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja kami masing-masing.

Jam delapan malam waktu yang ditentukan untuk berkumpul. Karena yang datang hanya berempat, pertemuan kali ini rasanya biasa saja. Ngobrol-ngobrol tentang kerjaan dan tentang masalah apa saja yang enak untuk di diskusikan. Hari masih pagi, masih banyak waktu karena sabtu tidak ada yang lembur. Karena sudah lama tidak karaoke (yang merupakan salah satu agenda wajib saat ketemuan) jadilah kami memutuskan untuk karaoke. Sialnya tempat karaoke yang ada di pasfes penuh dan kami ada di waiting list nomor 6. Tentu akan sangat lama menunggu untuk sampai ke nomor tersebut. Tiba-tiba muncul ide random dalam benak saya untuk main ke Cikarang. Memang beberapa dari teman saya ada yang tinggal di Cikarang. Jadilah jam 10 malam itu kami berempat berangkat ke Cikarang.

Sunday, April 6, 2014

Jatuh...

Jatuh..
Aku bertanya pada hujan
Dalam nada yang tercipta
Pada aroma tanah yang menempa pagi
Apakah kamu sakit? Saat tubuhmu terhempas terhadap tanah?
"Tidak.. Aku suka setiap kali menyentuh tanah
Aku berterima kasih kepada awan
Yang menetaskanku hingga aku kembali
Keharibaan sang laut"

Dan lagi jatuh..
Aku bertanya kepada daun
Dalam warna subuh yang menyentuh
Saat sang Venus menyerah untuk bertahan diufuk timur
Tidakkah kau pilu disaat angin menjatuhkanmu?
"Tentu saja tidak..
Aku hanya sakit saat ulat menggerogotiku
Tidakkah kau tahu aku mengagumi angin?
Aku terpesona tiap kali dia lembut membelaiku
Hingga perlahan aku melayang dan yaa..
Tanahlah dimana tempat seharusnya aku berada"

Lalu hujan dan daun menanyaiku
"Apakah kau sakit disaat kau jatuh?"
Yaa tentu saja.. kau tahu semua berawal dari hati
Hatiku jatuh dan itu sakit sekali. Kalian tahu karena apa?
Karena aku jatuh tanpa ada yang menyambutku
Aku jatuh bukanlah jatuh terhadap tanah
Aku terhempas bukanlah terhempas terhadap pasir
Namun senja.. dialah yang membuat hatiku jatuh
Yang hanya bisa aku pandang
Sebelum malam menutupi wajah senja karena malu
Yang hanya kunikmati jingganya
Dari bumi.. dimana tempat aku berpijak

Aku mencintai senja
Dan aku tahu.. Cinta seperti ini tak akan bermakna
Cukup hanya ada aku dan luka
Karena nyata hanya sekedar mimpi
Dan mimpi hanya sekedar ilusi
Dan kalian.. kau daun dan hujan
Nikmatilah jatuhmu

Gabriella Melisa
Jakarta,
Wednesday, August 21, 2013
10:55 pm