Wednesday, October 24, 2018

Turun Prau Lanjut Drama Polhut di Puncak Sikunir 2360 MDPL

Pagi-pagi kami dibangunkan oleh Tyo untuk menunggu sunrise, sudah jam 5 subuh namun belum ada tanda-tanda terang di ufuk timur. Ternyata sunrise yang kami tunggu tidak datang karena mendung menutupi Wonosobo saat itu. Hanya pemandangan Gunung Sindoro yang tampak gagah seperti mengejek kami “Syukurin, gagal nyamperin gue ke Praupun gadapet sunrise”. Begitulah kira-kira. 

Setelah puas foto-foto di puncak kami memasak untuk sarapan. Rasanya cukup bosan. Logistik masih banyak namun sayang jika hanya di habiskan di Prau. Setelah berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk cepat-cepat turun karena 2 hal. Pertama kami harus segera ke klinik untuk mengobati tangan Faaiq yang kena golok, robeknya lumayan dan takut infeksi. Ke-2 kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian ke Puncak Sikunir yang terkenal dengan golden sunrisenya. Berharap mengobati kekecewaan karena Cuma bisa menatap Sindoro dari kejauhan dan sunrise gagal di Gunung Prau.

Sunrise Camp – Basecamp Prau – 9.30 – 10.30 (1 Jam saja)

Kesel, itu yang ada di pikiran saya waktu turun. Selain kaki saya yang sakit karena ternyata sepatu yang saya beli tak senyaman harganya. Turun dari Gunung Prau ini pun rasanya menyebalkan karena debu yang membuat sesak nafas. Cukup satu jam perjalanan turun karena memang jalurnya yang curam sehingga waktu turun menjadi sangat cepat. 

Basecamp Prau

Sampai di basecamp prau masih setengah 11 siang. Faaiq langsung ke klinik untuk mengecek tangannya yang kena golok. Dokterpun bilang seharusnya di jahit namun karena lukanya sudah lebih dari 2 jam jadi dokter hanya memberikan antibiotic agar tidak infeksi. Kami memang selalu prepare p3k yang lengkap jaga-jaga kalau ada kejadian seperti ini biar bisa langsung di tangani.

Karena masih hari jumat yang laki-laki pun  solat jumat terlebih dahulu, sementara saya dan Febby jaga barang di basecamp sambil gantian mandi. 

Basecamp Prau – Basecamp Sikunir  14.30 – 15.00 (30 Menit)

Turun dari basecamp kami menuju warung tempat istirahat hari sebelumnya, disanapun kami minta di antar ke BC Sikunir karena tidak ada kendaraan umum menuju kesana. Namun, harga yang dikasih bapak warung cukup mahal akhirnya kami mencari alternative lain yaitu menyetop minibus yang kosong untuk mengantar kita kesana. Setelah menunggu beberapa saat dan tawar menawar yang alot akhirnya kami dapat minibus dan meminta supir tersebut untuk menjemput kami juga keesokan harinya. 

Basecamp Sikunir – Puncak Sikunir 15:15 – 15:55 (40 menit)

Sebelum memasuki kawasan sikunir kita terlebih dahulu melewati telaga, namanya Telaga Cebong di desa Sembungan. Nah sebelum telaga ini bus kita di cegat di gapura, disana kita dikenakan tiket masuk kawasan Sikunir Rp. 10,000 per orang dan ditawarkan untuk sewa tenda, namun kami menolak karena kami membawa tenda sendiri. Sekitar 5 menit dari gapura akhirnya kami sampai di Basecamp. 



Tidak ada satu orangpun di Basecamp, warung-warung di gembok, kamar mandi di gembok, Sikunir saat itu seperti kota mati. Karena tidak ada informasi apa-apa kami memutuskan untuk lanjut dan kemping di puncak. Cukup 40 menit menuju Puncak Sikunir dari Basecamp melewati anak tangga yang sudah dibangun sedemikian rupa. Tangganyapun tidak curam.



 
Golden Sunrise dan Drama Polhut Sikunir

Jam set 5 subuh, sebelah timur sudah terlihat garis oren menyala. Menandakan sebentar lagi matahari akan terbit. Kami bersukur sekali, keputusan kami berburu sunrise di Sikunir tepat (ternyata hari sebelumnya sikunir juga mendung seperti di Prau). Hutan yang tadinya hanya ada kami doang ketika siang, subuh ini dipenuhi pendaki yang juga berburu sunrise. 


Cukup puas untuk berfoto, namun ketika sedang asyik-asyik menikmati sunrise ada pengumuman dari pengeras suara yang mengatakan bahwa yang mendirikan tenda harap membongkar tendanya. Kamipun kembali ke lokasi mendirikan tenda, disana sudah ada satu orang ranger. Kami bilang bahwa kami tidak tahu bahwa disini dilarang mendirikan tenda, karena disaat kami sampai tak ada satupun penjaga yang stand by di basecamp. Bapak itupun memakluminya. Kami mulai membongkar tenda, tiba-tiba datang lagi seorang bapak yang juga ranger disana memarahi kami, mengatakan bahwa kami sangat lamban membongkar tenda. Teman saya Aldo langsung komplain bahwa kami tidak tahu dan memberikan saran untuk membuat banner bahwa dilarang camping di Sikunir. Bahkan disaat kami membayar tiket di gapurapun kami ditawarkan tenda, jadi kami menyimpulkan bahwa tidak masalah jika kami camp diasana. Aldopun bilang tadi juga sudah bicara dengan ranger sebelumnya. Tidak terima di complain bapak itu semakin marah dan mengancam-ancam bahwa akan ada polhut yang sudah menuju kesini untuk membongkar tenda, sambil acting pakai HT. Kami semua hanya tertawa dalam hati, dan pembahasan polhut sikunir inipun berlanjut menjadi bahan candaan kami. 



Perjalanan ditutup dengan pulang ke Jakarta menaiki bus Pahala Kencana. Waktu tempuh yang diprediksi sekitar 11 Jam ternyata hanya 9 jam karena supir busnya sangat lihai menyetir busnya. Kami semua tiba-tiba jadi religious di bus, sepanjang jalan istighfar. Saya dalam hati cukup bergumam, no wonder namanya Pahala Kencana karena tiap naik bus ini berasa dekat dengan tuhan jadi menyebut nama tuhan terus-terusan :)


 
Itinerary & Detail Cost will be posted later :)

Sikunir, Sep 2018

1 comment:

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 7 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) |
    Whatshapp : +855969190856

    ReplyDelete