Tuesday, September 29, 2015

Trip Korea Selatan Part 2; Shinheungsa Temple dan Mount Seorak

Hari kedua di Korea Selatan, saya sudah cukup menyesuakan diri. Saya memang seringkali bermasalah dengan cuaca dingin. Untungnya Korea Selatan baru memasuki musim gugur jadi cuaca pagipun belum terlalu dingin. Setelah hari pertama mengunjungi pulau, hari kedua agendanya adalah trip ke Mount Seorak. Hanya dibutuhkan sekitar 30 menit menuju Mount Seorak dari resort tempat kami menginap.



Mount Seorak yang dalam Bahasa korea disebut Seolsan yang berarti gunung salju. Karena memang Mount Seorak terletak di ketinggian dan disaat musim dingin seluruh bagian gunung tersebut ditutupi salju. Musim dingin di Mount Seorak-pun sebulan lebih cepat dan sebulan lebih lama dari kota Seoul. Di Seoul musim dingin berkisar dari Desember sampai Februari, sedangkan di Mount Seorak musim dingin sudah dimulai dari Bulan November dan berakhir di Bulan Maret.

Sunday, September 27, 2015

Trip Korea Selatan Part 1; Pulau Nami dan Teddy Bear Farm

Lagi-lagi tahun 2015 menjadi tahun keberuntungan saya yang lain setelah tahun 2014. Tahun lalu saya bilang beruntung karena baru pertengahan tahun saya sudah bisa achieved top 3 travel list saya. Nah tahun ini saya beruntung, sangat beruntung bisa trip keluar negeri. Dan lebih beruntung lagi, trip kali ini berbeda dengan trip sebelumnya. Rata-rata trip saya disela-sela business trip dibayarin klien atau memang trip yang saya arrange sendiri pakai duit pribadi. 



Well, kali ini trip keluar negeri dibayarin kantor, dan negara yang di kunjungi adalah Korea Selatan, most wanted travel destination karena sekarang trip ke Korea Selatan memang lagi booming-boomingnya. Saya pribadi bukanlah penggemar Korea, baik drama, K-pop dan segala macamnya. Justru jepang adalah negara yang ingin saya kunjungi. Namun ternyata setelah sampai di Korea Selatan, I think I am falling in love with this country karena memang Korea Selatan dan Jepang negara tetangga jadi tempatnya pun nyaris sama. Dan beruntung lagi saya ke Korea Selatan sudah masuk musim gugur. Dan after witnessing autumn by my own eyes, I can’t explain how I love autumn that much.


Friday, September 25, 2015

Tracking ke Curug Sawer, Sukabumi

Untuk menuju lokasi Curug Sawer dibutuhkan jalan kaki seitar satu jam (1,7KM) dari pos masuk Situ Gunung. Track-nya lumayan menanjak, namun juga ada beberapa turunan karena posisi curug itu sendiri berada di lembah.



Saya berangkat sekitar pukul 10 pagi menuju curug Sawer. Udara yang sejuk membuat pedakian lumayan ringan. 

Tuesday, September 22, 2015

Trip Dadakan ke Situ Gunung, Sukabumi

Lagi-lagi being impulsive membawa saya ke sebuah perjalanan yang tak terduga. Here is another unexpected journey. Berawal dari memanfaatkan jadwal kosong setelah pulang dari dinas luar kota saya mendadak ingin jalan-jalan. Pilihannya jatuh ke Situ Gunung, Sukabumi. Dengan modal nekat dan tanpa rencana berangkatlah saya dengan dua orang teman hari sabtu pagi dari Jakarta.



Ke Situ Gunung menggunakan kendaraan umum tidak sulit. Sekitar jam 10 pagi kami berangkat dengan kereta menuju Bogor. Rencananya kami ke Sukabumi menggunakan kereta local dari stasiun Paledang (persis seberang stasiun Bogor). And, karena kami berencana beli tiket on the spot ternyata sampai di stasiun Paledang tiket menuju Sukabumi SOLD OUT. Setelah tanya sana sini, alternatif lain adalah naik kol/elf dari terminal Baranangsiang, Ciawi. Sekitar 3 jam perjalanan.

Kampung Batik di Pekaloangan

Pekalongan memang terkenal dengan kota batik. Banyak sekali ragam batik yang ditawarkan di kota ini. Berhubung lagi business trip ke kota batik saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke bebarapa kampung batik di Pekalongan.


Monday, September 14, 2015

Candi Gedong Songo, Semarang

Masih dalam rangkaian trip ke Semarang. Hari ke dua tempat yang kami kunjungi adalah Candi Gedong Songo. Yep, another historical places. Candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sesuai dengan namanya Songo yang dalam Bahasa Indonesia berarti Sembilan, karena konon katanya terdapat Sembilan Candi di Komplek Candi Gedong Songo ini.


Untuk masuk ke Komplek Candi Gedong Songo dikenakan biaya Rp. 7.500,- per orang. Terdapat 5 komplek candi, yang per kompleknya terdiri dari 1-3 Candi. Nah lokasi ke 5 komplek Candi ini tidak terlalu berdekatan satu sama lain. Track ke-5 komplek candi ini adalah sekitar 4km. Untuk menikmatinya terdapat 2 pilihan, berkuda atau berjalan kaki. Tarif untuk naik kudapun beda-beda, tergantung kita ingin naik kuda sampai candi ke berapa. Saya dan rombongan memilih jalan kaki, karena lebih bebas menikmati pemandangan sambil foto-foto.

Sunday, September 6, 2015

Brown Canyon

After Lawang Sewu and Sam PooKong, Brown Canyon was our next destination. It was fun at that day, I visited two historical places and then we closed the day by travel to one of my bucket list if I visit Semarang.

Like I said before, this was the unpredictable journey. Me and my new friend failed to visit Karimun Jawa. The beauty of mother earth on the north side of Java Island. Yet, it was enough to thanks God that I still have the opportunity to Visit Semarang.


Brown Canyon located in one of remote village on the other side Semarang city. It was not really far, the road is not really good. But we came at that place at the right time.

Friday, September 4, 2015

Kelenteng Sam Poo Kong

Wisata semarang selanjutnya yang saya kunjungi adalah Kelenteng Sam Poo Kong. Ada sedikit cerita unik tentang tempat ibadah yang satu ini. Dari berbagai sumber yang saya baca, Kelenteng yang usianya lebih dari 600 tahun ini dulunya adalah masjid yang dibangun oleh Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim yang sering berlayar ke berbagai negara yang diperkirakan antara tahun 1405-1433. Menurut sejarahnya, Cheng Ho pernah berlayar ke Jawa, Palembang, Malaka, Arab, India hingga sampai ke Amerika. Laksamana Cheng Ho ini berlayar bukan untuk berperang, namun untuk menjalin persahabatan dengan kerajaan-kerajaan yang dikunjunginya. Tempat ini mengajarkan kita untuk terus menjunjung tinggi perdamaian dan saling menghargai keberagaman budaya maupun agama yang ada.



Nah, Kelenteng ini katanya dibangun pada saat Laksamana Cheng HO berlayar. Kemudian beberapa prajuritnya sakit sehingga dia memutuskan untuk berlabuh di Pantai Utara Semarang. Setelah itu, dia menyuruh anak buahnya untuk mendirikan tempat ibadah masjid yang lambat laun beralih fungsi menjadi Kelenteng. Namun ada versi lain yang menceritakan bahwa Cheng Ho membangun Mesjid dan Kelenteng di tempat yang sama.

Wednesday, September 2, 2015

Lawang Sewu

Bagi para pecinta tempat-tempat bersejarah tentu nama Lawang Sewu terdengar sudah tidak asing lagi. Gedung bersejarah yang katanya juga ber-hantu ini merupakan ikon kota Semarang yang paling terkenal. Sebagai pecinta sejarah tentu saja kesempatan berkunjung ke Semarang tidak mungkin saya lewatkan untuk mengunjungi salah satu gedung penninggalan Belanda ini.

Perjalanan ke semarang berawal dari ajakan salah satu teman kuliah saya. Awalnya Karimun Jawa adalah tempat tujuan kami, namun sialnya seminggu sebelum berangkat cuaca di Pulau Karimun ini tidak bersahabat, setelah deg-degan menunggu kepastian jadilah trip Karimun Jawa ditunda diganti dengan trip ke Semarang karena tidak mau rugi tiket kereta yang sudah dibeli.


New friend


Lawang Sewu tempat pertama di Semarang yang saya kunjungi, berhubung ini adalah kunjungan pertama saya ke Semarang tentu saja saya sangat excited.