Thursday, December 28, 2017

Kawah Ratu (Lagi)

Akhirnya kesampaian lagi ke Kawah Ratu, memang harus disuruh sedikit lebih sabar. Seperti biasa setiap ada long weekend rasanya kurang pas kalau tidak di isi dengan jalan-jalan. Awalnya longweekend 22 September ini saya dan teman-teman sudah merencanakan trip ke Gede Pangrango sekali jalan, namun karna satu dan lain hal akhirnya diputuskan untuk ke Kawah Ratu di Gunung Salak.

Kawah Mati



Ini untuk ke-tiga kalinya saya ke Salak dan ke-2 kalinya sampai ke kawah ratu, entah kenapa selau ingin kembali lagi dan lagi ke tempat ini. Perjalanan kali ini sengaja tanpa banyak persiapan, pingin sekali-sekali tidak repot masak-masak digunung dan sesuai rencana kita ke kawah ratunya tek tok sehari jalan, urusan tidur dan masak memasak di basecamp aja hehe

Saturday, August 12, 2017

Itinerary dan estimasi biaya Merbabu 3142 MDPL

Itinerary dan waktu yang ditulis disini kira-kira waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh pendaki pada umumnya. (Bukan pakai waktu saya karena waktu saya dari pos 1 - puncak bukan waktu kami karena pendakian kami super santai agak sedikit membingungkan untuk menjadi patokan).

Base camp – Pos Bayangan 1 1 Jam
Pos bayangan 1 – Pos bayangan 2 30 Menit
Pos Bayangan 2 – Pos 1 Watu Putut 1 Jam
Pos 1 Watu Putut – Pos 2 Kedokan 1 Jam 30 Menit
Pos 2 Kedokan – Pos 3 Kergo Pasar 1 Jam 30 Menit
Pos 3 Kedokan – Pos 4 Pemancar 1 Jam 30 Menit
Pos 4 Pemancar – Puncak Kenteng Songo 3 Jam
Jadi lebih kurang 10 jam dari Basecamp menuju puncak merbabu

Biaya

Kurang lebih biaya selama pendakian (exclude konsumsi dan belanja pribadi)
Jakarta (St. Senen) – Semarang (Poncol) – Rp. 125.000
Semarang – Chuntel Rp. 300.000/10 – Rp. 10.000
Biaya registrasi – Rp. 13.000
Basecamp – Terminal Boyolali Rp. 450.000/10 – Rp. 45.000

Boyolali – Jakarta (Bus Gajah Mungkur) – Rp. 175.000

See you another trip!

Trip to (Akhirnya) Merbabu 3142 Via Chuntel – Selo – Part 3

Perjalanan Turun Via Selo



Jam 6 sore setelah puas berfoto-foto dan menikmati pemandangan di puncak kami turun menuju sabana 1 tempat camp selanjutnya. Kami turun Via Selo karena jalur tersebut memiliki view yang sangat luar biasa.

Saya sangat tidak merekomendasikan naik melalui jalur selo, karena tanjakannya luar biasa. Jalur ini sangat cocok untuk turun. Pernah ke sumbing via garung jalur lama? Pasti sangat familiar dengan engkol-enkolan. Nah jalur selo ini kurang lebih seperti itu, banyak sekali tanjakan seperti engkol-engkolan.

Trip to (Akhirnya) Merbabu 3142 Via Chuntel – Selo – Part 2

Sunrise di pos 3




View dari pos 3 benar-benar diluar ekspektasi saya, karena sampai di pos 3 kemarin hari sudah gelap. Pagi ini saya cukup segar dan sangat bersyukur bisa bangun dengan kondisi sehat dan dapat view bagus setelah malam sebelumnya saya hampir kena hypothermia. Yes, for the very first time. Jadi saat memasak saya tidak sadar kalau saya menduduki tanah sehingga celama belakang saya basah, karena kurang aware jadilah saya tidur dengan kondisi celana sedikit basah. Sebelum tidur saya sempat menggil, nah disaat hampir lelap tiba-tiba saya kepanasan sedangkan badan saya dingin sekali, untungnya tidak terlalu lama sehingga saya kembali sadar dan lanjut tidur. (Thanks to Dira and Faaiq for Saving me). View dari pos 3 ini sindoro dan sumbing kembali terlihat, dan view di belakan adalah pos pemancar.

Wednesday, May 17, 2017

Trip to (Akhirnya) Merbabu 3142 Via Chuntel – Selo – Part 1

Akhir tahun 2015 lalu, saya dan teman-teman Jalan-jalan bro merencanakan trip ke Merbabu, tiket sudah di beli, itinerary sudah fix namun tuhan berkata lain, Merbabu kebakaran dan H-2 sebelum keberangkatan dapat kabar merbabu Fix di tutup jadilah trip beralih ke Gunung Sumbing. Pertengahan tahun 2016 kembali kami merencanakan ke Merbabu, tanggal sudah ditentukan, itinerary juga sudah fix namun kembali tuhan belum kasih izin kami kesana karena saat beli tiket kereta ke semarang semua tiket yang kami jadwalkan full booked, jadilah tripnya bergeser ke Gunung Slamet. Setelah hampir 2 tahun menunggu untuk bertemu dengan si Cantik merbabu, akhirnya April 2017 semesta merestui.



Syukurlah, trip yang sudah dinantikan ini berjalan seperti yang di harapkan dan apa yang kami temui disana sangat melebihi harapan. Trip kali ini kami kedatangan 3 sahabat baru, Fajar, Novel dan Rintus (Welcome to the Jungle, Bro!) jadilah total tim yang berangkat 10 orang.

Tuesday, March 21, 2017

Kemping (not so) Ceria di HM 70 Gunung Salak

Kali kedua saya kemping di Salak, namun untuk perjalanan kali ini entah kenapa selalu ada saja rintangannya. Seharusnya saya ke Gunung Salak ini bulan Februari, seperti tahun sebelumnya dalam rangka ulang tahunan, namun banyak hal yang diluar dugaan terjadi tahun ini, jadilah kemping ke Salak di tunda sebulan berbarengan dengan pelantikan junior Mapala kampus Faaiq, jadi situasinya disini saya ikut nebeng Faaiq dan teman-teman mapalanya.


Kesialan berawal dari pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya dan Faaiq memutuskan untuk berangkat sepulang kerja, jadi semua barang-barang dan perlengkapan kemping sudah di packing semua dan kita bawa ke kantor masing-masing. Meeting point setelah jam kerja di Kantor Faaiq. 

Monday, January 16, 2017

Mengapa kita dilarang memasuki kawasan Tegal Panjang?

Pagi ini salah satu grup Whatsapp saya sedikit dihebohkan dengan salah satu kelakuan bocah yang katanya anak pecinta alam, namun diingatkan mengenai kawasan konservasi malah ngajak ribut. Di akun instagramnya, dia yang katanya anak pencinta alam itu memposting salah satu fotonya yang berada di lokasi cagar alam Tegal Panjang yang seharusnya bukan tempat wisata yang dikunjungi. Setelah diingatkan, anak ini masih tetap ngeyel. Untuk mencegah hal-hal tersebut terulang kembali, disini saya kan share tulisan salah satu blog yang saya temukan di google yang membahas tentang kawasan konservasi tersebut dan kenapa kita dilarang memasukinya. Tentu saja sudah seiizin pemilik blognya. Semoga ilmunya bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Tulisan ini bersumber dari Jalu Kancana

POLEMIK ANTARA PEGIAT ALAM BEBAS DAN KAWASAN KONSERVASI (Mengapa kita dilarang memasuki kawasan Tegal Panjang?)

Sunday, January 15, 2017

Blue Lake, Cisoka

2016 has passed, another 365 pages has waiting to be written. First of all, let me give you a warm greeting. Happy new year, may another year has bring you so much joys an happiness. It isn't to late to say happy new year, Isn't it? To start the new year, having some short trip might be the nice choice. No long weekend at January, so i just plan my travel arround Jakarta.



Ignore my expression
It came up to my mind when i see some of instragram  post from my friend. There are some lake formed from the post operation sands mining. It was  interesting because the colour of the lake is blue. I decided to find that place on that maps, in it takes about 3-4 hours from Jakarta. i texted my friend Alvina (new friend) who has been travel to that placed and she agree to take me there.