Wednesday, July 2, 2014

Baturraden: Purwokerto!

Trip kali ini, trip dakakan yang kurang direncanakan. Untuk kali ini saya sangat mensyukuri profesi saya sebagai auditor dan daerah asal saya sebagai orang minang. Kenapa? Pertama, keuntungan sebagai auditor tentu sudah pasti saya bisa memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan diluar kota ditempat klien saya berada. Karena memang beberapa trip saya sebelumnya disponsori oleh klien-klien yang saya audit haha. Kedua, saya bersyukur terlahir dari suku minang yang memang sudah sangat terkenal dengan istilah “merantau”. Orang minang ada dimana-mana, dan kali ini kebetulan sekali saya punya saudara dekat yang sekarang berdomisili di Purwokerto yang tidak terlalu jauh dari Pekalongan tempat klien yang saya audit. Tidak membuang-buang waktu dan kesempatan seminggu lebih waktu yang saya punya diklien saya manfaatkan sebaik mungkin. Semua pekerjaan saya selesaikan secepatnya, akhirnya saya mendapat bonus libur 5 hari (termasuk sabtu minggu) untuk saya habiskan dengan jalan-jalan dan silaturrahmi ke rumah saudara saya yang di Purwokerto. Berangkat.

Di Purwokerto, yang terletak di kaki Gunung Slamet cuacanya kurang lebih sama dengan di Solok kampung halaman saya. Cuaca dingin dan suasana desa yang masih hening sangat cocok sekali dimanfaatkan untuk menghilang sejenak dari dunia kerja. Saudara saya yang di Purwokerto ini adalah abang sepupu saya yang sudah sangat dekat dengan saya dari kecil yang sekarang sudah punya istri dan satu orang anak di Purwokerto.

Karena memang tujuan saya kesini untuk silaturahmi sekaligus jalan-jalan, jadilah saya merengek untuk minta diantar kemana-mana. Dan destinasi pertama kali ini adalah Baturraden, salah satu wisata alam terkenal di kaki Gunung Slamet.


Sebelumnya saya sudah mendengar tempat tersebut yang terkenal dengan mitosnya. Banyak sekali mitos-mitos di tempat ini salah satunya yang paling terkenal adalah jika kalian pergi ke Baturraden dengan pasangan kalian, maka hubungan kalian tidak akan berlanjut atau putus. Berhubung saya tidak punya pacar, dan pergi ke sana dengan abang saya jadilah saya dan abang saya langsung berangkat sore harinya. Dari Purwosari (desa tempat tinggal abang saya) ke Baturraden hanya membutuhkan waktu 15 menit naik motor.
Sore hari merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Baturraden. Cuaca dingin dan sedikit berkabut tentu merupakan kombinasi sempurna untuk menghabiskan waktu. Entrance fee-nya juga Cuma IDR 7.500 per orang. Sangat murah.

Selamat datang di Baturraden



Terdapat banyak spot-spot bagus yang bisa dikunjungi disini, diantaranya air mancur, pemandian air panas, air terjun, sepeda air, tempat terapi ikan, water boom dan lain-lain. Dari satu tempat ke tempat lain dihubungkan dengan anak-anak tangga. Tempatnya yang sangat luas membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk bisa mengunjungi spot yang tersedia. Tapi jangan khawatir, bagi anda yang tidak mau terlalu capek untuk berkeliling, taman wisata baturraden menyediakan miniature pesawat terbang yang didalamnya diputar gambar-gambar tempat wisata disana dan bisa dinikmati dalam waktu 15 menit cukup dengan membayar IDR 5.000 per orang. Tapi tentu saja sensasinya akan jauh berbeda dengan mengunjingi langsung tempat-tempat tersebut. Saya dan abang saya mengitari tempat tersebut dimulai dari sisi kanan.



Beberapa foto di bawah ini ambil saat mengitari taman wisata Baturraden.







Dikelilingi bukit







Setelah puas berkeliling-keliling, kamipun memasuki area pemandian air panas. Pancuran tilu, untuk memasuki tempat tersebut dikenakan biaya tambahan IDR 8.000 per orang. Saya tidak merasa rugi karena apa yang akan saya temui disana membuat saya merasa sangat puas.

Pancuran tilu ini merupakan pemandian air panas belerang yang konon katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selanjutnya, masih ada sebuah spot yang masih berada di lokasi pancuran tilu yaitu pancuran tujuh. Namun untuk kesana membutuhkan perjuangan, karena jarak antara pancuran tilu dengan pancuran tujuh sekitar 2 KM menaiki anak tangga berlumut yang curam. Dikelilingi dengan pohon-pohon yang masih rindang seperti berada ditengah hutan, karena cahaya mataharipun tidak begitu terlihat. Awalnya saya dan abang saya mencoba naik, namun baru setengah jalan abang saya minta turun karena sudah tidak kuat dan sudah terlalu sore.


Pancuran Tilu


Hutan Menuju Pancuran Tujuh

Setelah kembali turun, kami memutuskan istirahat sebentar disebuah spot dengan view air terjun dan jempatan. Dan lanjut ke spot-spot berikutnya.




Beberapa spot yang sempat saya kunjungi di taman wisata alam Baturraden.






Tempat ini sangat recommended untuk acara keluarga, karena banyak spot-spot bagus yang bisa dikunjungi bersama  keluarga.


Selamat Jalan, Sampai Jumpa Kembali


Terima kasih Bang Andri untuk trip kali ini J

Purwokerto, June 25 2014

No comments:

Post a Comment