Friday, May 13, 2016

Summit Slamet 3428 MDPL

Jumat, 6 Mei 2016

Golden Sunrise di Pos 7

Karena beberapa diantara kami cukup drop akhirnya kami tidak terlalu berniat untuk sunrise di puncak. Karena dari pos 7 pun sunrisenya sudah sangat bagus.


Another Golden Sunrise di Pos 7







Pos 7 – Pos 8 Samyang Jampang

Dari pos 7 menuju pos 8 dibutuhkan sekitar 30 menit. Jalur masih hutan dan semakin menanjak. Walaupun kondisi saya masih belum terlalu pulih namun saya tetap harus sampai puncak.

Menuju Pos 8

View dari Pos 8



Pos 8 – Pos 9 Plawangan

Pos plawangan merupakan batas terakhir hutan. Dan sudah memasuki jalur tanah dan batu. Disini jalur semakin menantang. Pemandangan sangat lepas kebawah. Sayangnya disaat kami naik banyak kabut sehingga pemandangannya kurang terlihat. Dari pos 8 ke pos 9 juga membutuhkan waktu 30 menit.




Pos 9 – Puncak

Menurut saya dari semua jalur dari basecamp menuju puncak. Jalur terakhir inilah yang paling menantang. Jalur tanah berbatu dengan kemiringan medan yang sangat curam. Disini benar-benar harus hati-hati karena beberapa batu yang terinjak tidak terlalu kuat menancap ditanah sehingga sangat berbahaya bila tidak berhati-hati. Dari pos 9 ke puncak dibutuhkan 1-2 jam tergantung speed dan juga pada saat kami mendaki jalur menuju puncak ini sudah dipenuhi pendaki lain sehingga kami harus mengantri untuk menuju puncak.





Puncak Slamet

Jam 1 siang kami memutuskan untuk turun dari puncak setelah puas berfoto-foto dan menikmati udara puncak. Seperti biasa untuk turun membutuhkan waktu lebih cepat, hingga tidak sampai 1 jam saya sudah kembali sampai di pos 7.










Niatnya kami akan turun sore hari namun karena hujan mendadak turun jadilah memutuskan semalam lagi menginap di pos 7. Dan dapat 2 kali sunrise. Sunrise hari ke-2 lebih indah dari hari sebelumnya.







Sabtu, 7 Mei 2016

Perjalanan turun dari pos 7 menuju basecamp hanya membutuhkan waktu 4 jam. Saya dan Faaiq turun duluan sekitar jam 8 pagi, jaga-jaga agar kaki saya tidak terlalu lama istirahat sehingga kami memaksa untuk lari turun. Turun dengan speed lari memang cukup membantu.

Perjalanan masih lancar dari pos 7 ke pos 1. Nah, di pos 1 ini saya mulai drop lagi. Cuaca sudah mulai gerimis, kaki pun sudah sangat pegal. Saya memutuskan untuk mengganti sepatu dengan sandal. Karena di pos 1 istirahat cukup lama, jalanpun rasanya sudah sulit.

Dari pos 1 turun ke warung hanya 15 menit. Namun disini saya dan Faaiq sempat salah jalur. Dari warung menuju basecamp terdapat 2 jalur jalur kiri jalur yang dilewati pas naik. Dan jalur kanan atas saran warga diwarung yang katanya lebih dekat. Kamipun mengambil jalur kanan. Namun karena jalur yang kurang familiar dari saat berangkat, saya dan Faaiq sempat berputar-putar sekitar 30 menit salah jalur, hingga akhirnya kami menemukan jalur yang benar dan bertemu pendaki lain. Di jalur ini melewati ladang warga tapi jalannannya sudah jalan batu dan cukup luas. Disini saya dan Faaiq juga sudah sangat drop dan jalan sangat pelan hingga akhirnya sampai di basecamp jam 12 siang.



Thanks to Aldo sebagai leader dan good planer untuk pendakian ini jangan kapok ya Do nanjak bareng gue.
Thanks to Faaiq as my partner, sabar-sabar ya jalan sama aku.
Thanks to Mellie, Tyo dan Mangku.


Detailed and itinerary on the next post.

No comments:

Post a Comment